RANGKUMAN MODUL 4
KEGIATAN BELAJAR I
EVALUASI PEMBELAJARAN di SD
Oleh
KELOMPOK 5
YURISTERIA HIDJAZ NIM
836162023
SEPTIANA RATIH UTRIA NIM
836171932
SEPTIRINA ANJARWATI NIM
836161838
WILDA SARI NIM 836159215
UNIVERSITAS
TERBUKA
UPBJJ
JAKARTA (POKJAR KALIDERES)
TAHUN 2016
MODUL 4
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN INFORMASI HASIL BELAJAR
KB.1. Mengumpulkan dan Mengolah Informasi Hasil
Belajar
Tujuan utama dari kegiatan penilaian adalah untuk mengetahui apakah
kompetensi dasar yang telah ditetapkan sudah dapat dicapai oleh siswa atau
belum. Untuk keperluan tersebut guru perlu menyusun prosedur penilaian dalam
bentuk kisi-kisi pengukuran.
Kisi-kisi pengukuran tersebut antara lain berisi :
(a) aspek yang akan diukur :
kognitif, afektif, atau psikomotor,
(b) jenis alat ukur yang digunakan : tes atau non-tes,
(c) teknik atau cara pengukurannya : tertulis, lisan,
atau perbuatan
(d) cara penskoran serta pengolahannya.
Informasi hasil belajar siswa dalam upaya mencapai
kompetensi yang telah ditentukan dapat dikumpulkan dengan menggunakan berbagai
bentuk penilaian, masalnya dari tes tertulis serta panilaian unjuk kerja. Informasi hasil
belajar yang diperoleh dari tes tertulis dikumpulkan dari hasil tes tertulis
yang telah dikerjakan siswa, baik yang berasal dari ulangan harian, tes tengah
semester, ataupun tes akhir semester. Jenis tes yang sering digunakan di
lapangan adalah tes objektif dan tes uraian.
A. Memeriksa
dan Mengolah Hasil Tes
1. Memeriksa Hasil tes Objektif
Cara yang paling umum dilakukan oleh para praktisi
pendidikan di lapangan adalah dengan pemeriksaan secara manual.
Cara ini tepat dilakukan jika jumlah peserta tesnya tidak terlalu banyak. Caranya dengan
membuat master kunci jawaban pada lembar jawaban kosong. Master
jawaban digunakan untuk memeriksa hasil jawaban siswa.
Jika jumlah peserta tes sangat besar, maka pemeriksaan
secara manual dirasa tidak efektif lagi. Jika peserta tes dalam jumlah besar
maka dapat menggunakan fasilitas komputer untuk menskor dan mengolahnya.
Pembacaan jawaban siswa dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan mesin
pembaca (scanner machine) dan untuk mengolah data selanjutnya dapat digunakan
komputer.
Prinsip kerja pemeriksaan jawaban dengan fasilitas
komputer:
a.
Semua jawaban siswa di-scan.
b.
Identitas data siswa yang terisi benar
dipisahkan dari yang terisi salah melalui proses editing.
c.
Data yang salah diperbaiki melalui
proses up-dating.
d.
Setelah semua identitas siswa benar,
kunci jawaban dimasukkan ke dalam komputer.
e.
Menghitung jawaban yang benar dari setiap
siswa melalui proses scoring.
2. Memeriksa Hasil Tes Uraian
Pemberian skor atau scoring merupakan masalah serius
dalam pemeriksaan hasil tes uraian. Menurut Hopkins dan kawan-kawan (1990)
terdapat lima faktor yang menjadi permasalahan pada saat memeriksa hasil tes
uraian yaitu ketidaktetapan pemeriksa dalam memberikan skor, adanya hallo
effect, carri over effect, order effect, dan adanya efek penggunakan bahasa
serta tulisan siswa.
Untuk memeriksa
hasil tes uraian sebaiknya mengikuti cara-cara berikut:
a. Setiap
lembar jawaban siswa sebaiknya diperiksa oleh dua orang pemeriksa
b. Prosedur
Pemeriksaan:
·
Kedua pemeriksa menyamakan persepsi
untuk mencari kesepakatan cara memeriksa jawaban siswa.
·
Pemeriksa mengujicobakan pedoman
penskoran yang sudah disepakati dengan memeriksa 5 – 10 lembar jawaban siswa.
·
Pemeriksaan jawaban siswa dilaksanakan
setelah uji coba pemeriksaan menunjukkan hasil pemeriksaan yang baik.
·
Pemeriksa menentukan skor yang
diperoleh setiap siswa.
3. Mengolah Data Hasil Tes
Skor mentah perlu diolah agar mudah
dipahami oleh murid atau orang tua. Cara yang paling mudah dan umum diguynakan
untuk mengolah hasil tes adalah dengan mengubah skor tersebut dalam bentuk
presentase sebagai berikut:
a. Untuk tes objektif
Jumlah Jawaban yang Benar
Persentase
Penguasaan = ----------------------------------------- x
100%
Jumlah Butir Soal
b. Untuk tes uraian
Jumlah Skor yang Diperoleh Siswa
Persentase
Penguasaan = ------------------------------------------ x
100%
Jumlah Skor Maksimal
B. Pengumpulan
dan Pengolahan Informasi haisl Belajar dari Unjuk Kerja Siswa
Informasi hasil
belajar yang diperoleh dari unjuk siswa kerja siswa, baik yang berupa unjuk
kerja yang langsung diamati guru, pembuatan laporan, pengumpulan hasil karya,
pengumpulan portofoio dan lain sebagianya. Satu hal yang tidak kalah penting
adalah informasi yang berkenaan dengan proses selama menghasilkan karya
tersebut. Untuk memperoleh informasi tersebut sudah barang tentu guru
harus mempersiapkan pedoman pengamatan yang dilengkapi dengan kriteria
penskoran. Inilah yang dikenal dengan rubrik
Pengolahan Data dari Pengukuran Unjuk Kerja Siswa
(melalui Skala Rating atau Skala Sikap dari Likert), dapat dilakukan dengan
langkah-langkah berikut:
a.
Hitung jumlah skor maksimal dan minimal
yang mungkin diperoleh siswa untuk semua indikator.
b.
Jumlahkan skor yang diperoleh setiap
siswa.
c.
Bandingkan skor yang diperoleh dengan
standar kompetensi yang telah ditetapkan atau
d.
Membagi jumlah skor yang diperoleh
siswa dengan skor maksimal kali 100%.
Presentasi berupa Power Point Modul 4 KB 1 bisa download di sini https://www.riesteria.blogspot.com
