![]() |
| Laisya ku Usia 8 bulan |
Bayi perempuanku lahir memiliki
rambut yang sangat tipis padahal aku dan suami memuliki rambut yang tebal dan waktu bayinya sudah sempat digunduli, trus pakai shampo yang
katanya bisa membuat rambut bayi lebih hitam dan tebal. Berhubung rambut anak
ku masih juga tipis ku coba tanya-tanya pada om google kira-kira apa
penyebabnya dan bagaimana solusinya. Dari om google aku baru tau ternyata cepat
atau lambatnya pertumbuhan rambut anak sebenarnya sangat tergantung faktor
genetik. Namun, Anda juga perlu mengetahui dengan pasti, apakah rambut anak
memang benar-benar tidak tumbuh sama sekali atau tumbuh tipis.
Bayak yang bilang kalau ingin
rambut bayinya hitam dan tebal maka rambut bayi harus digunduli biar nanti
tumbuh lebih bagus. Ternyata menggunduli rambut bayi tidak
serta merta membuat rambutnya tumbuh lebih lebat. Itu karenaseperti yang
dituliskan diatas tadi bahwa tebal tipisnya rambut dipengaruhi oleh faktor
genetika, faktor gizi, lingkungan dan hormonal. Jika ingin rambut anak tebal
dan berkilau, kita harus merawat rambut anak dengan memperhatikan keempat
faktor tersebut.
Meski demikian, tidak ada
salahnya menggunduli rambut bayi baru lahir untuk membersihkan
sisa-sisa lemak dari rahim ibu atau gumoh yang menempel di rambutnya. Bila
terjadi iritasi atau luka di kepala bayi, mengunduli rambut menjadi keharusan
untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Selain itu, karena kita tinggal di negara
tropis, kepala plontos bisa mendinginkan kepala karena hembusan angin langsung
mengenai pori-pori di kulit kepala.
Rambut bayi akan rontok.
Menurut Mary Gail Mercurio, MD, spesialis kulit
dengan konsentrasi kesehatan rambut dan kulit kepala University of
Rochester School of Medicine and Dentistry, Amerika Serikat, mengatakan
bahwa rambut sudah tumbuh sejak bayi. Rambut yang tumbuh pada bayi
sifatnya sementara, bukan permanen. Rambut bayi yang
sangat halus dan lebih tipis dari rambut permanennya kelak ini akan rontok
dengan sendirinya, umumnya sebelum usia 1 tahun.
Perlu khawatir jika rambut anak yang terus-menerus rontok, lebih dari 100 helai per hari. Atau, jika keadaannya, rambut anak benar-benar tidak tumbuh sama sekali alias botak, bisa jadi anak mengalami penyakit genetik akibat faktor autoimun. Tubuh menghasilkan antibodi terhadap akar rambut, sehingga rambut tak bisa tumbuh.
Tak perlu khawatir jika kecepatan tumbuh rambut sekitar 0,3 mm per hari. Rambut tipis jangan pesimis, karena bisa jadi itu adalah rambut sementara bayi yang belum rontok dan berganti menjadi rambut permanen. Selama kulit kepala dan rambut anak sehat, pertumbuhan rambutnya akan sesuai dengan faktor genetik. Jika Anda dan pasangan memiliki rambut tipis, jangan berharap besar anak akan berambut tebal.
Solusinya:
Perlu khawatir jika rambut anak yang terus-menerus rontok, lebih dari 100 helai per hari. Atau, jika keadaannya, rambut anak benar-benar tidak tumbuh sama sekali alias botak, bisa jadi anak mengalami penyakit genetik akibat faktor autoimun. Tubuh menghasilkan antibodi terhadap akar rambut, sehingga rambut tak bisa tumbuh.
Tak perlu khawatir jika kecepatan tumbuh rambut sekitar 0,3 mm per hari. Rambut tipis jangan pesimis, karena bisa jadi itu adalah rambut sementara bayi yang belum rontok dan berganti menjadi rambut permanen. Selama kulit kepala dan rambut anak sehat, pertumbuhan rambutnya akan sesuai dengan faktor genetik. Jika Anda dan pasangan memiliki rambut tipis, jangan berharap besar anak akan berambut tebal.
Solusinya:
- Saat Keramas, gunakan air hangat untuk membasahi rambut. Lalu beri shampo khusus untuk anak. Gosok kulit kepala anak dengan lembut. Dan keringkan rambut dengan handuk yang lembut.
- Berikan makanan yang mengandung vitamin B seperti asparagus, bayam, ayam, keju, brokoli, salmon, alpukat, wortel, mangga dan kentang manis. Vitamin A pun dapat menjaga kesehatan rambut.
- Oleskan minyak dari kemiri yang dibakar untuk merangsang tumbuhnya rambut.
- Hati-hati menggunakan hair lotion untuk anak. Pilih yang tidak menimbulkan efek samping pada rambut anak.

No comments:
Post a Comment